Hari ini terngiang-ngiang di memoriku, dua kata, Idul Qurban. Kemarin temanku membicarakan tentang tanggal 17 November 2010, dimana hari itu tepat hari raya Idul Qurban. Dia membicarakan rencananya soal pulang ke kampung halaman.

Teringat olehku masa kecil setiap kali Idul Qurban hanya bisa melihat teman-teman yang rata-rata keluarganya mampu membeli kambing kemudian menjelang Idul Qurban, kambing-kambing itu dikumpulkan di lapangan untuk diberi makan oleh pemiliknya. Saat itu hatiku miris melihatnya. Kapan aku ya Allah bisa memberi makan kambing-kambingku sendiri. Saat itu keluarga kami bukanlah keluarga yang mampu. Saking miskinnya, kami hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari namun yang pasti, Ibu tidak pernah membiarkan anak-anaknya terlantar soal pendidikan.

Dendam. Suatu saat nanti aku bisa membeli kambing sendiri. Kalo perlu sapi (amiin..)
dan aku tidak akan membiarkan anak-anakku nanti berkata, Ayah mana kambing kita.

Insya Allah nak, doakan Ayahmu tahun ini berkecukupan membelikan kambing untuk kita sekeluarga. Jika perlu Eyang juga kita belikan. Ya Allah, jangan sampai anakku mengalami iri dan dengkin akan kambing Qurban yang pernah kualami. Amiin..

Iklan